Sunday, September 29, 2019

Pembangkit listrik tenaga surya

Pembangkit listrik tenaga surya adalah pembangkit listrik yang mengubah energi surya menjadi energi listrik. Pembangkitan listrik bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu secara langsung menggunakan fotovoltaik dan secara tidak langsung dengan pemusatan energi surya. Fotovoltaik mengubah secara langsung energi cahaya menjadi listrik menggunakan efek fotoelektrik. Pemusatan energi surya menggunakan sistem lensa atau cermin dikombinasikan dengan sistem pelacak untuk memfokuskan energi matahari ke satu titik untuk menggerakan mesin kalor.

Image result for listrik tenaga sinar matahari


Pembangkitan listrik dibagi menjadi dua :

1.Pemusatan energi surya


Sistem pemusatan energi surya (concentrated solar power, CSP) menggunakan lensa atau cermin dan sistem pelacak untuk memfokuskan energi matahari dari luasan area tertentu ke satu titik. Panas yang terkonsentrasikan lalu digunakan sebagai sumber panas untuk pembangkitan listrik biasa yang memanfaatkan panas untuk menggerakkan generator. Sistem cermin parabola, lensa reflektor Fresnel, dan menara surya adalah teknologi yang paling banyak digunakan. Fluida kerja yang dipanaskan bisa digunakan untuk menggerakan generator (turbin uap konvensional hingga mesin Stirling) atau menjadi media penyimpan panas.
Ivanpah Solar Plant yang terleak di Gurun Mojave akan menjadi pembangkit listrik tenaga surya tipe pemusatan energi surya terbesar dengan daya mencapai 377 MegaWatt. Meski pembangunan didukung oleh pendanaan Amerika Serikat atas visi Barrack Obama mengenai program 10000 MW energi terbarukan, namun pembangunan ini menuai kontroversi karena mengancam keberadaan satwa liar di sekitar gurun.

2.Fotovoltaik (PV
adalah sektor teknologi dan penelitian yang berhubungan dengan aplikasi panel surya untuk energi dengan mengubah sinar Matahari menjadi listrik. Karena permintaan yang terus meningkat terhadap sumber energi bersih, pembuatan panel surya dan kumpulan fotovoltaik telah meluas secara dramatis dalam beberapa tahun belakangan ini.
Produksi fotovoltaik telah berlipat setiap dua tahun, meningkat rata-rata 48 persen tiap tahun sejak 2002, menjadikannya teknologi energi dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Pada akhir 2007, menurut data awal, produksi global mencapai 12.400 megawatt. Secara kasar, 90% dari kapasitas generator ini meliputi sistem listrik terikat. Pemasangan seperti ini dilakukan di atas tanah (dan kadang-kadang digabungkan dengan pertanian dan penggarapan) atau dibangun di atap atau dinding bangunan, dikenal sebagai Building Integrated Photovoltaic atau BIPV.
Pengukuran satuan dan insentif keuangan, seperti feed-in tariff untuk listrik tenaga surya, telah membantu instalasi PV surya di banyak negara termasuk AustraliaJermanIsrael,Jepang, dan Amerika Serikat.[1] Sedangkan di Peru, dua juta rakyat miskin akan menerima energi listrik gratis dari 1600 panel surya yang akan dipasang hingga tahun 2016.


Pemanfaatan Listrik Tenaga Surya di Indonesia Berpotensi untuk Kebutuhan Masa Depan


Indonesia telah menerapkan perkembangan pembangkit listrik tenaga surya sejak tahun 80an. Indonesia berada di garis katulistiwa dengan sinar matahari yang cukup sehingga negara ini memiliki potensi tenaga matahari dikembangkan menjadikan bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Surya. 
Untuk menghasilkan listrik tenaga surya, sinar matahari diserap oleh panel-panel tenaga surya yang akan disimpan sebelum diolah pada proses selanjutnya. Pada saat proses pengolahan ini secara umum energi surya dapat dimanfaatkan berdasarkan 3 jenis, berupa: 
  1. Pemanfaatan dengan menggunakan teknologi solar photovoltaic, yaitu sinar radiasi matahari dapat diubah menjadi listrik dengan teknologi sel fotovoltaik atau sel surya. 
  2. Pemanfaat dengan teknologi solar heat, yaitu panas matahari diubah menjadi listrik dengan teknologi pengumpulan panas. 
  3. Pemanfaatan solar passive, yaitu energi matahari dimanfaatkan tanpa langsung mengkonversi energi tersebut menjadi listrik dalam penerapannya. 
Dari ketiga jenis di atas, pembangkit listrik tenaga surya yang sekarang berkembang di Indonesia, lebih banyak menggunakan sel surya untuk menghasilkan listrik. Dimana hal tersebut tertera pada jenis yang pertama dari ketiga jenis yang sudah disebutkan di atas. 

Pengembangan pembangkit listrik tenaga surya ini dapat digunakan pada setiap rumah. Caranya, Anda dapat memasang panel surya yang berukuran kurang dari 10 meter persegi di atap rumah. Untuk harga listrik tenaga surya 500 watt, Anda akan dikenakan biaya kurang lebih Rp5.800.000. Harga ini cukup terjangkau bilamana Anda hubungkan dengan pemanfaatan listrik tenaga surya yang berpotensi untuk masa depan. Namun, jika menurut Anda harga listrik tenaga surya 500 watt cukup kemahalan, kamu dapat mencoba dengan ukuran 100 watt.

Image result for listrik tenaga sinar matahari animasi pembangkit


Keunggulan Panel Surya

1. Panel surya termasuk ramah lingkungan karena tidak memancarkan emisi gas rumah kaca yang berbahaya, seperti karbon dioksida (wikipedia.org). Panel surya juga tidak memberikan kontribusi terhadap perubahan iklim.
2. Panel surya memanfaatkan energi matahari, dan matahari adalah sumber energi yang paling berlimpah di planet bumi.
3. Banyak negara di dunia menawarkan insentif yang menguntungkan bagi pemilik rumah yang menggunakan panel surya.
4. Panel surya tidak kehilangan banyak efisiensi dalam masa pakainya yang mencapai sekitar 20 tahun.
5. Karena masa painya yang panjang, yaitu mencapai 25-30 tahun. Maka, panel surya menggaransi penggunanya untuk menghemat biaya energi.

Kelemahan Panel Surya
1. Saat ini, panel surya masih relatif mahal. Meskipun panel surya banyak mengalami penurunan harga, harga panel surya masih cenderung mahal, yaitu sekitar $ 12000-18000.
2. Sekarang ini, panel surya ini perlu ditingkatkan efisiensinya. Rata-rata panel surya mencapai efisiensi kurang dari 20%. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab banyak orang tidak memilih panel surya.
3. Panel surya terbuat dari beberapa bahan yang tidak ramah lingkungan. Contohnya terbuat dari material silikon.
4. Jika tidak berhati-hati, daur ulang panel surya dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, karena kandungan panel surya seperti silikon, selenium, dan lainnya, dimana itu semua merupakan gas rumah kaca, dapat ditemukan di panel surya. Hal ini berbahaya karena dapat menjadi sumber pencemaran selama proses daur ulang.





Pembangkit listrik tenaga surya Pembangkit listrik tenaga surya  adalah pembangkit listrik yang mengubah  energi   surya  menjadi  energi...